<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Coretan Shintia &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://www.shintiahotono.com/category/kesehatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.shintiahotono.com</link>
	<description>cewek juga bisa multitasking...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Apr 2010 13:08:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apa Itu Stress</title>
		<link>http://www.shintiahotono.com/apa-itu-stress.html</link>
		<comments>http://www.shintiahotono.com/apa-itu-stress.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 13:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shintia Hotono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.shintiahotono.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu stress?
Kata stress bermula dari sebuah kata latin “stringere” yang berarti ketegangan, dan tekanan. Stress merupakan reaksi yang tidak diharapkan yang muncul karena tingginya tuntutan lingkungan pada seseorang. Keseimbangan antara kekuatan dan kemapuan terganggu. Bilamana stress telah mengganggu fungsi seseorang, dinamakan distress. Distress kebanyakan dirasakan orang jika situasi yang menekan berlangsung terus menerus (tugas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apa itu stress?</p>
<p style="text-align: justify;">Kata stress bermula dari sebuah kata latin “stringere” yang berarti ketegangan, dan tekanan. Stress merupakan reaksi yang tidak diharapkan yang muncul karena tingginya tuntutan lingkungan pada seseorang. Keseimbangan antara kekuatan dan kemapuan terganggu. Bilamana stress telah mengganggu fungsi seseorang, dinamakan distress. Distress kebanyakan dirasakan orang jika situasi yang menekan berlangsung terus menerus (tugas yang terlalu berat, atau tugas yang tidak mampu dilakukan karena situasi yang tidak kondusif atau stress yang disebabkan oleh trauma)</p>
<p style="text-align: justify;">Stress tidak selalu bersifat negatif. <span id="more-346"></span>Sebaliknya stress juga dapat, untuk sementara, menghasilkan sebuah prestasi yang tinggi. Proses penanggulangan stress yang spontan ini merupakan sebuah proses kompensasi. Bila bentuk kompensasi ini berlangsung terlalu lama, stress pada akhirnya akan menemukan titik jenuh dan berbalik menimbulkan berbagai macam gejala yang sering kali tidak dapat dimengerti orang yang bersangkutan, itulah yang disebut orang akhir-akhir ini dengan istilah burnout.</p>
<p style="text-align: justify;">Di berbagai negara, gejala stress sangat menonjol, terutama di negara maju, dimana faktor kompetitif merupakan faktor yang sangat menonjol. Di negara yang sedang berkembangpun, terutama di kota besar, penyebab stress juga tidak banyak bedanya dengan negara maju. Sedangkan di daerah yang terbelakang, dimana perjuangan hidup masih merupakan target yang utama, stress juga merupakan gejala yang cukup banyak mempengaruhi kesehatan masyarakat. Apalagi stress yang dialami orang didalam daerah konflik, baik yang bersenjata maupun tidak, dimana keamanan merupakan faktor penting yang bila tidak diatasi, menimbulkan stress yang bersifat kolektif (trauma kolektif ). Stress kolektif inipun mudah terjadi karena bencana alam, seperti bencana Tsunami baru baru ini. Kolektif stress, adalah stress yang dialami orang banyak, terdiri dari stress primer yaitu korban langsung terkena bencana dan stress sekunder yaitu stress yang dialami oleh masyarakat luas yang secara tidak langsung menjadi korban karena mereka melihat, mendengar, atau kehilangan anggota keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Stress kebanyakan tidak disadari oleh orang yang bersangkutan, banyak dari mereka yang pergi mengunjungi dokter karena mengalami berbagai macam keluhan fisik. Biasanya mereka tidak memperlihatkan problem emosionalnya. Hal ini disebabkan karena mereka tidak dapat mengkaitkan problem emosional dengan keluhan fisik yang diderita. Oleh karena itu, penggalian informasi dan latar belakang berbagai gejala fisik tersebut tidak bisa dikesampingkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.shintiahotono.com/apa-itu-stress.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buah Pare Atasi Beragam Penyakit</title>
		<link>http://www.shintiahotono.com/buah-pare-atasi-beragam-penyakit.html</link>
		<comments>http://www.shintiahotono.com/buah-pare-atasi-beragam-penyakit.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 11:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shintia Hotono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.shintiahotono.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman atau buah pare memang dikenal sangat pahit rasanya. Namun, dibalik rasa pahit itu ternyata tersimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Buah pare, mengandung albiminoid, karbohidrat, dan zat warna. Daunnya mengandung momordisina, momordikna, karantina, resin, dan minyak lemak. Akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat. Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid dan asam momordial.
Khasiat buah pare diantaranya dapat merangsang nafsu makan, menyembuhkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2010/03/Buah-Pare.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-341" title="Buah Pare" src="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2010/03/Buah-Pare-150x150.jpg" alt="Buah Pare" width="150" height="150" /></a>Tanaman atau buah pare memang dikenal sangat pahit rasanya. Namun, dibalik rasa pahit itu ternyata tersimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Buah pare, mengandung <em>albiminoid, </em>karbohidrat, dan zat warna. Daunnya mengandung <em>momordisina, momordikna, karantina, resin, </em>dan minyak lemak. Akarnya mengandung asam <em>momordial </em>dan asam <em>oleanolat</em>. Bijinya mengandung <em>saponin, alkaloid, triterprenoid </em>dan asam <em>momordial.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Khasiat buah pare diantaranya dapat<span id="more-340"></span> merangsang nafsu makan, menyembuhkan penyakit kuning, memperlancar pencernaan, sampai sebagai obat malaria. Daun pare berkhasiat menyembuhkan diare pada bayi, membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan, menurunkan panas, mengeluarkan cacing kremi, dan juga dapat menyembuhkan batuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain serat, buah pare juga banyak mengandung vitamin C, karoten dan kalium. Serat bekerja untuk mengatur kondisi di dalam usus dan berfungsi untuk mengatasi sembelit. Karotin dapat meningkatkan aktivitas mata, yang artinya buah pare dapat mengatasi ataupun mengurangi keluhan rabun senja. Sedangkan, kaliumnya berfungsi mengatasi peyerapan natrium (garam) berlebihan sehingga berkhasiat mengatasi tekanan darah tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Vitamin C dalam buah pare juga berfungsi menjaga kecantikan kulit atau mencegah kerusakan kulit dari paparan sinar matahari. Bijinya juga merupakan antioksidan yang cukup kuat untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh yang memicu pembentukan sel kanker, mempercepat penuaan dan penyumbatan arteri serta stroke.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2010/03/tumis-pare.JPG"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-344" title="tumis pare" src="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2010/03/tumis-pare-150x150.jpg" alt="tumis pare" width="150" height="150" /></a>Tidak disangka buah pare ini banyak mengandung khasiat yang dapat melindungi tubuh kita&#8230; saya gemar sekali memakan sayur pare yang sudah ditumis dan di campur dengan sosis dan telur orak arik&#8230; lezatoz&#8230;. hehehehe <img src='http://www.shintiahotono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Bagaimana dengan anda ?????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.shintiahotono.com/buah-pare-atasi-beragam-penyakit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu DEJAVU</title>
		<link>http://www.shintiahotono.com/apa-itu-dejavu.html</link>
		<comments>http://www.shintiahotono.com/apa-itu-dejavu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 13:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shintia Hotono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.shintiahotono.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kamu mengalami perasaan pernah melakukan kegiatan yang sama persis sebelumnya? Merasakan sebuah kondisi yang sama persis sebelumnya? Melihat dan mendengar hal yang sama sebelumnya? Hal ini memang terkadang sangat membingungkan karena pada saat itu pula kita tidak mampu mengingat kapan dan dimana pernah melakukan kegiatan tersebut. Hal tersebut seolah-olah ada dalam mimpi namun kenapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2010/01/apa-itu-dejavu.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-336" title="apa itu dejavu" src="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2010/01/apa-itu-dejavu-150x150.jpg" alt="apa itu dejavu" width="150" height="150" /></a>Pernahkah kamu mengalami perasaan pernah melakukan kegiatan yang sama persis sebelumnya? Merasakan sebuah kondisi yang sama persis sebelumnya? Melihat dan mendengar hal yang sama sebelumnya? Hal ini memang terkadang sangat membingungkan karena pada saat itu pula kita tidak mampu mengingat kapan dan dimana pernah melakukan kegiatan tersebut. Hal tersebut seolah-olah ada dalam mimpi namun kenapa bisa benar-benar terjadi. Inilah misteri yang biasa disebut orang dengan Déjà vu.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian, 70% manusia di bumi pernah merasakan déjà vu. Jadi, fenomena psikologis kutukan tersebut adalah hal yang sangat wajar dan bukan merupakan suatu atau karma sebagaimana banyak dipercayai orang. Déjà vu berasal dari bahasa Prancis yang artinya &#8220;pernah lihat&#8221;. Maksudnya, mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Di Yunani, fenomena ini disebut dengan paramnesia yang merupakan gabungan kata para (παρα) artinya adalah &#8220;sejajar&#8221; dan mnimi (μνήμη) artinya &#8220;ingatan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa déjà vu bisa terjadi?<br />
<span id="more-335"></span>Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa déjà vu bisa terjadi? Jangan dulu berpikiran bahwa ini adalah fenomena alam yang tidak mampu dijelaskan secara ilmiah karena para ilmuan telah menemukan jawaban akan fenomena yang ada dalam alam pikiran manusia tersebut. Déjà vu terjadi karena adanya gelombang yang diantarkan ke dalam otak. Gelombang ini ada yang berasal dari dalam maupun luar tubuh manusia. Gelombang dari dalam manusia berasal dari setiap tindakan yang dilakukan. Sementara gelombang dari luar tubuh bisa berasal dari benda-benda yang menghasilkan gelombang seperti radio, televisi, ponsel, dan lain-lain. Namun, ada kalanya otak kita sedang dalam sensitivitas tinggi sehingga gelombang yang terbaca berupa amplitudo dan frekuensi tertentu dari suatu benda diterima tanpa kita sadari.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh sederhananya suatu waktu kita dalam hati mendendangkan sebuah lagu. Lalu kita menyalakan radio dan di radio sedang dimainkan lagu yang sedang kita pikirkan tadi. Langsung kita berpikir “déjà vu”. Padahal, ini menunjukkan bahwa gelombang radio yang dikirim oleh stasiun pemancar, selain diterima oleh radio kita, juga dibaca oleh otak kita karena sifat otak kita yang super sensitive dalam menerima gelombang listrik itu tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada lagi teori lain yang menjelaskan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay”  ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Déjà vu dipengaruhi usia<br />
Ada pula yang beranggapan bahwa déjà vu ini adalah sebuah penyakit dalam ingatan sehingga semakin tua umur seseorang maka akan semakin sering pula terjadi déjà vu. Seorang ilmuwan asal Jepang dan juga merupakan seorang neuroscientist MIT , Susumu Tonegawa, melakukan eksperimen terkait fenomena ini pada tikus dengan membandingkan ingatan pribadi (episodik) dengan ingatan baru yang tercatat dalam dentate gyrus. Ia menemukan bahwa tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer. Kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.</p>
<p style="text-align: justify;">Macam-macam déjà vu<br />
Déjà vu juga terjadi dalam berbagai bentuk ada yang hanya bisa mengingat secara samara-samar, ada yang hanya mengingat lokasi kejadian, dan ada pula yang mengingat hal-hal yang sangat mendetail. Secara garis besar, déjà vu terdiri dari empat jenis yakni:</p>
<p style="text-align: justify;">1.    Déjà Vu<br />
Déjà vu jenis ini yang paling banyak terjadi dimana kita pernah merasakan suatu kondisi yang sama sebelumnya dan yakin pernah terjadi di masa yang lampau dan berulang kali. Sering kali pada saat itu individu akan diikuti oleh perasaan takut, rsa familiar yang kuat, dan merasa aneh.</p>
<p style="text-align: justify;">2.    Déjà Vécu<br />
Perasaan yang terjadi pada Deja Vecu lebih kuat daripada déjà vu. Deja vecu seseorang akan merasa pernah berada dalam suatu kondisi sebelumnya dengan ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara ataupun bau.</p>
<p style="text-align: justify;">3.    Déjà Senti<br />
Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Suatu ketika kamu pernah merasakan sesuatu dan berkata “Oh iya saya ingat!” atau “Oh iya saya tahu!” namun satu dua menit kemudian sadar bahwa sebenarnya kamu tidak pernah berbicara apa pun.</p>
<p style="text-align: justify;">4.    Jamais Vu<br />
Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Kalau déjà vu mengingat hal-hal yang sebenarnya belum pernah dilakukan sebelumnya, Jamais Vu lain lagi. Tipe déjà vu semacam ini justru tiba-tiba kehilangan memorinya dalam mengingat sesuatu hal yang pernah terjadi dalam diri. Hal ini bisa terjadi karena kelelahan otak.</p>
<p style="text-align: justify;">5.    Déjà Visité<br />
Déjà vu tipe ini lebih menitik beratkan pada ingatan seseorang akan sebuah tempat yang belum pernah ia datangai sebelumnya tapi merasa pernah merasa berada pada lokasi yang sama. Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi.<br />
(sab/foto: www.neoticode.com dan http://achtungpanzer.blogspot.com/2009/07/apa-itu-dejavu.html)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.shintiahotono.com/apa-itu-dejavu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Kreatif Itu Banyak Bertanya</title>
		<link>http://www.shintiahotono.com/anak-kreatif-itu-banyak-bertanya.html</link>
		<comments>http://www.shintiahotono.com/anak-kreatif-itu-banyak-bertanya.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 13:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shintia Hotono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.shintiahotono.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Aduh..aduh.. BlogQ sayang.. Maavin aq iaa, seLama ini jablai.. hik3x.. Klo bisa bicara pasti nangis iaa.. hehehehe&#8230; Maav ne baru aq kunjungi sekarang.. Kenapa ?? gag Usah dibahas kenapa dech iaa.. Abiz hari-hariQ sangat melelahkan. pulang Langzung panggilan alam (alias tidur) ^.^, hari ini aq maw bahas tentang anak kreatif itu banyak bertanya ?? Really [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aduh..aduh.. BlogQ sayang.. Maavin aq iaa, seLama ini jablai.. hik3x.. Klo bisa bicara pasti nangis iaa.. hehehehe&#8230; Maav ne baru aq kunjungi sekarang.. Kenapa ?? gag Usah dibahas kenapa dech iaa.. Abiz hari-hariQ sangat melelahkan. pulang Langzung panggilan alam (alias tidur) ^.^, hari ini aq maw bahas tentang <strong>anak kreatif itu banyak bertanya </strong>?? Really ? Cekidot.. <img src='http://www.shintiahotono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/12/anak-kreatif.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-310" title="anak kreatif" src="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/12/anak-kreatif-150x150.jpg" alt="anak kreatif" width="150" height="150" /></a>Memuaskan keingintahuan mereka, anak-anak selalu aktif bertanya. Lalu, bagaimana dengan anak yang cenderung diam saja ? (buka gagu atau bisu loch) hehehe.. Dunia anak memang identik dengan kegembiraan dan segala sesuatu selalu hadir dalam persepsi baru. Anak-anak normal tentu saja akan selalu bertanya tentang apa pun yang dihadapinya. Bahkan mereka yang cerdas, melihat hal-hal kecil seperti kupu-kupu yang hinggap pada sekuntum bunga, atau menyaksikan semut beriringan di pohon, akan menjadi tanda tanya besar, yang harus segera terjawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, tidak semua anak memiliki keberanian bertanya. Bahkan, banyak anak memilih diam saja, walaupun rasa ingin tahu hadir didalam pikirannya. Bagi orangtua, anak yang cenderung diam dan takut bertanya menjadi masalah tersendiri. Bagaimana agar tidak segan bertanya ? <span id="more-309"></span>Pada umumnya, anak enggan bertanya disebabkan rasa takut ataupun asing berbicara pada orang lain atau guru mereka. Agar anak berani menggungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, guru perlu mengadakan pendekatan emosional kepada anak tersebut. Komunikasi menjadi sangat penting. Seringlah mengajak anak tersebut berbicara.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembicaraan tidak selalu harus tentang pelajaran, pembicaraan bisa diselingi dengan mainan apa yang paling digemari, bagaimana keluarga, bagaimana lingkungan anak, atau bagaimana dengan saudara-saudara yang mereka miliki. Dengan membahas hal-hal yang menarik bagi anak, secara otomatis dapat melatih anak agar berani berbicara dan tentu saja berani bertanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Anak yang cenderung diam dan enaggan bertanya, mungkin karena dia memang tidak mampu untuk mengungkapkan suatu pertanyaan, ataupun mungkin takut terhadap orang dewasa yang sedang dihadapi,&#8221; Kata Hasmi seorang guru TK. Untuk membiasakan anak bertanya atau mengemukakan pendapat mereka lewat pertanyaan, ajarkan anak untuk bertanya hal-hal ringan yang ditemukan dalam lingkungan  mereka. &#8221; Inilah fungsinya mengajak anak rekreasi atau mengunjungi tempat-tempat menarik. Hal itu bisa membuka wawasan anak ketika menemukan sesuatu yang baru,&#8221; terang Hasmi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/12/anak-kreatif-itu-banyak-bertanya.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-311" title="anak kreatif itu banyak bertanya" src="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/12/anak-kreatif-itu-banyak-bertanya-150x150.jpg" alt="anak kreatif itu banyak bertanya" width="150" height="150" /></a>Bermain di luar rumah dengan teman-teman sebaya, atau mendatangi taman bunga, museum atau melihat pameran automotif, akan membuat anak lebih kritis terhadap apa yang mereka lihat. &#8220;Sifat kritis itu sangat penting bagi anak-anak. Jika mereka kritis bertanya, itu salah satu petunjuk kalau anak memiliki mental yang cukup baik,&#8221; ungkap Hasmi. Senada dengan Hasmi, hasil penelitian yang dilakukan di Universitas Minnesota, AS, Dr Paul Torrance membuktikan semua anak mampu menerima rangsangan yang diberikan guru ataupun orangtua dengan baik.(ozc/tin)</p>
<p style="text-align: justify;">sumber:Balipost</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.shintiahotono.com/anak-kreatif-itu-banyak-bertanya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Muasal Debu Di Dalam Rumah</title>
		<link>http://www.shintiahotono.com/asal-muasal-debu-di-dalam-rumah.html</link>
		<comments>http://www.shintiahotono.com/asal-muasal-debu-di-dalam-rumah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 15:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shintia Hotono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.shintiahotono.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa sering pun orang membersihkan debu selalu balik lagi.. dan membuat orang jadi binggung bagaimana caranya terbebas dari pengganggu ini. Kini, para peneliti telah menciptakan model baru komputer untuk menjelaskannya.. Mereka mendapati, kebanyakan debu berasal dari luar rumah dan datang melalui udara, bukan menempel di sepatu manusia.. yang selama ini anda kira. Demikianlah yang terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/11/bersih-debu.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-305" title="bersih debu" src="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/11/bersih-debu-150x150.jpg" alt="bersih debu" width="150" height="150" /></a>Seberapa sering pun orang membersihkan <span style="text-decoration: underline;"><strong>debu</strong></span> selalu balik lagi.. dan membuat orang jadi binggung bagaimana caranya terbebas dari pengganggu ini. Kini, para peneliti telah menciptakan model baru komputer untuk menjelaskannya.. Mereka mendapati, kebanyakan debu berasal dari luar rumah dan datang melalui udara, bukan menempel di sepatu manusia.. yang selama ini anda kira. Demikianlah yang terjadi di sekelompok rumah di Midwester, AS, sebagaimana laporan penulis <em>Live Science</em>, Rachael Rettner, belum lama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Model komputer itu dapat membantu masyarakat memperkirakan cara terbaik untuk membersihkan tempat sampah yang tercemar, yang mengeluarkan partikel yang dapat berakhir menjadi <strong>debu</strong>. <strong>Debu</strong> di dalam rumah adalah campuran benda yang menjijikan, termasuk sel kulit mati, minyak, partikel udara kecil bahkan bahan beracun seperti timah dan arsenik, yang mungkin berasal dari tempat sampah yang tercemar.<span id="more-304"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Guna memperkirakan bagaimana penyebab pencamaran semacam itu menumpang pada partikel <strong><span style="text-decoration: underline;">debu</span></strong> ke dalam rumah, para peneliti di <em>University of Arizona</em> mengubah kehidupan setiap hari penimbun <span style="text-decoration: underline;"><strong>debu</strong></span> menjadi serangkain persamaan matematika untuk membuat satu model komputer.. (Pinternya.. iaa gag teman2.. hehehe) Meskipun, para peneliti lain mempelajari dasar debu, banyak studi semacam itu semata-mata telah dipusatkan pada partikel kecil udara yang dapat menyusup jauh kedalam paru-paru manusia. Tim Arizona itu juga meneliti partikel yang lebih besar, yang masih dapat memperoleh udara, tetapi lebih mungkin untuk menempel ketangan dan dapat ditelan oleh anak-anak.. Bahaya loch&#8230;:(</p>
<p style="text-align: justify;">Model kompuetr ini, dapat meliputi banyak faktor yang memantau berapa banyak debu berada dirumah seseorang. Misalnya, jumlah tanah yang menempel didalam tergantung atas berapa jumlah orang yang tinggal didalam rumah tersebut, dan berapa kali mereka berada diluar rumah. Selain itu, berjalan didalam rumah dapat menyingkirkan debu dari lantai dan karpet dan menyerbarkannya kedaerah baru didalam rumah. Dan kegiatan membersihakan, seperti dengan menggunakan vacum pembersih, penyedot debu, dapat menghilangkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikutnya, mereka menguji dan mengabsahkan data yang digunakan model komputer mereka dan dikumpulkan oleh <em>U.S Environmental Protectio Agency</em> dari rumah-rumah di Medwest. Model itu mungkin bermanfaat bagi masyarakat yang menangani pembersihan tempat sampah yang menyimpan bahaya. &#8220;Sangat sulit memperkirakan seberapa sering orang perlu membersihkan tanah untuk melindungi mereka yang berada di dalam rumah. Jadi model ini akan  membantu mengidentifikasi apa tingkat yang cocok untuk membersihkan tanah&#8221;, kata peneliti studi tersebut, Paloma Beamer, dan asisten profesor di <em>Colege of Public Health, University of Arizona</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, dijelaskan oeh Beamer, model komputer ini juga mendapati bahwa sebagaian besar bahan pencemar datang melalui udara, dan karena itu para pegawai kebersihan mungkin lebih baik memikirkan cara mencegah tanah menjadi udara, dan bukan berusaha membersihkan tanah dari tempat tersebut. (rtr/ant)</p>
<p style="text-align: justify;">sumber: Balipost</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.shintiahotono.com/asal-muasal-debu-di-dalam-rumah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merawat Wajah Menurut Jenis Kulit</title>
		<link>http://www.shintiahotono.com/merawat-wajah-menurut-jenis-kulit.html</link>
		<comments>http://www.shintiahotono.com/merawat-wajah-menurut-jenis-kulit.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 13:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shintia Hotono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.shintiahotono.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah wanita yang tidak ingin memiliki kulit indah, mulus, cantik dan segar ? Pazti semua mau dunk&#8230;   Perawatan kulit merupakan salah satu bagian terpenting dalam rutinitas kecantikan.. Perawatan ini dapat anda mulai dari dalam tubuh anda, hal yang simple anda meminum setidaknya 6-8 gelas air per hari dan mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/11/merawat-wajah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-299" title="merawat wajah" src="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/11/merawat-wajah-150x150.jpg" alt="merawat wajah" width="150" height="150" /></a>Siapakah wanita yang tidak ingin memiliki kulit indah, mulus, cantik dan segar ? Pazti semua mau dunk&#8230; <img src='http://www.shintiahotono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Perawatan kulit merupakan salah satu bagian terpenting dalam rutinitas kecantikan.. Perawatan ini dapat anda mulai dari dalam tubuh anda, hal yang simple anda meminum setidaknya 6-8 gelas air per hari dan mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran serta tidur yang cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, perawatan kecantikan dari luar juga tidak boleh anda sepelekan. Berikut perawatan wajah yang bisa anda lakukan berdasarkan jenis kulit yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kulit Berminyak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jenis kulit ini mudah sekali berjerawat dan terlihat kusam. Untuk perawatannya, pastikan anda menggunakan pembersih ringan yang mengandung <em>oil-free</em> dan <em>water-based moisturizer. <span id="more-296"></span>Toner </em>merupakan bagian terpenting dari rutinitas membersihkan wajah. Karena itu pastikan anda mengaplikasikannya terutama pada zona T.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kulit Kering</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kulit kering dipengaruhi oleh iklim, sehingga pastikan kulit anda selalu dalam keadaan lembab. Mulailah mencuci wajah anda dengan menggunakan sabun pembersih yang mengandung  <em>free emollient. </em>Aplikasikan pula krim pelembab sepanjang hari dan juga pada malam hari. Hindari menggosok bagian wajah terlalu keras, cukup dengan gerakan lembut agar kulit tidak mengalami iritasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kulit Sensitif</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tipe kulit ini biasanya sangat peka akan infeksi, <em>redness</em> dan inflamasi. Karena itu, pemilik jenis kulit sensitif sebaiknya menggunakan produk-produk <em>hypoallergenic</em> yang tidak memiliki aroma wangi. Hati-hati dengan perubahan cuaca yang ekstrim. Sebaiknya kurangi mengkonsumsi banyak makanan pedas. Hindari pula menggunakan air panas saat membersihkan wajah. Aplikasikanlah krim tabir surya dengan kandungan SPF 30 pada bagian wajah dan tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kulit Kombinasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kulit kombinasi merupakan gabungan dari dua jenis kulit berbeda yaitu kulit kering dan berminyak. Bagian kulit wajah yang berminyak biasanya muncul di sekitar zona T. Pastikan anda menggunakan <em>toner</em> yang tepat disekitar area tersebut, dan krim yang mengandung pelembab tinggi pada bagian wajah yang tersisa lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kulit Dewasa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kulit dewasa sangat sensitif, karena itu cuci wajah dengan krim pembersih sebagai pengganti air. Cobalah produk yang mengandung ramuan aktif seperti vitamin dan mineral. Jika, diperlukan anda juga dapat menggunakan produk kecantikan yang mengandung pemutih untuk menyamakan warna <em>tone</em> kulit.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mengikuti trik-trik merawat wajah menurut jenis kulit diatas, anda tentu dapat dengan mudah merawat kulit anda. Hasilnya pun bisa membuat anda makin percaya diri (osi/kpl).</p>
<p style="text-align: justify;">sumber: Balipost</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.shintiahotono.com/merawat-wajah-menurut-jenis-kulit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jerawat Dipengaruhi Nutrisi</title>
		<link>http://www.shintiahotono.com/jerawat-dipengaruhi-nutrisi.html</link>
		<comments>http://www.shintiahotono.com/jerawat-dipengaruhi-nutrisi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shintia Hotono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.shintiahotono.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Jerawat merupakan proses inflamasi atau peradangan kronis kulit yang terjadi pada unit pilosebasea. Hampir dipastikan setiap orang pernah mengalami jerawat. Jerawat biasanya dihubungkan dengan masa puberitas sehingga menjadi masalah pada kalangan remaja. Jerawat banyak menyebabkan dampak psikologi pada masa remaja.
Penyebab jerawat bersifat multifaktor antara lain genetik, ras, hormonal, faktor makanan, iklim, keaktifan, kelenjar sebaseus, lingkungan kerja, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/11/jerawat.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-289" title="jerawat" src="http://www.shintiahotono.com/wp-content/uploads/2009/11/jerawat-150x150.jpg" alt="jerawat" width="150" height="150" /></a>Jerawat </strong>merupakan proses inflamasi atau peradangan kronis kulit yang terjadi pada unit <em>pilosebasea. </em>Hampir dipastikan setiap orang pernah mengalami <strong>jerawat</strong>. <strong>Jerawat</strong> biasanya dihubungkan dengan masa puberitas sehingga menjadi masalah pada kalangan remaja. <strong>Jerawat</strong> banyak menyebabkan dampak psikologi pada masa remaja.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyebab <strong>jerawat</strong> bersifat multifaktor antara lain genetik, ras, hormonal, faktor makanan, iklim, keaktifan, kelenjar <em>sebaseus</em>, lingkungan kerja, psikis atau kejiwaan, bakteri, kosmetik, faktor trauma, dan beberapa faktor lainnya yang bersifat akan mempercepat dan memperberat munculnya <strong>jerawat</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara <em>patofisiologi</em>, terjadinya <strong>jerawat </strong>dipahami sebagai hasil keterlibatan empat faktor yaitu:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Peran hormon <em>androgen </em>(hormon seksual) yang menstimulasi aktivitas kelenjar <em>sebasea </em>(kelenjar minyak) sehingga produksi minyak atau sebum pada kulit meningkat.</li>
<li>Proses <em>keratinasi</em> (penumupukan sel-sel kulit mati) yang tidak normal yang menutupi <em>folikel </em>atau saluran dari unit <em>polisebasea </em>merupakan cikal bakal terbentuknya <strong>komedo</strong>.</li>
<li><em>Proliferasi </em>(pertumbuhan) dari bakteri <em>propionibacterium acnes </em>penyebab jerawat, dan terakhir</li>
<li>Proses inflamasi atau peradangan pada unit <em>pilosebasea</em>.</li>
</ol>
<h3><strong>Faktor Diet</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Meskipun faktor diet <span id="more-288"></span>jarang dianggap sebagai agen penyebab <strong>jerawat</strong>, namun diet dikaitkan dengan terjadinya <em>hiperglikemia </em>atau peningkatan kadar gula dalam darah baik secara mendadak atau perlahan (kronis), kondisi ini berpengaruh pada proses <em>keratinisasi</em> dan peran hormon <em>androgen</em> pada proses <em>patofisiologi</em> terjadinya <strong>jerawa</strong>t.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasilnya studi terbaru dari <em>American Journal of Clinical Nutrison </em>pada Juli 2007 melihat pengaruh faktor diet atau nutrisi khususnya pada sisi <em>glycemic load </em>(GL) dalam menyebabkan jerawat. <em>Glycemic index </em>(GI) merupakan suatu sistem peringkat untuk menilai seberapa cepat glukosa atau gula dari suatu jenis makanan memasuki aliran darah, atau dapat dikatakan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan dapat meningkatkan kadar gula darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan GI, GL tidak hanya menilai seberapa cepat glukosa dari makanan memasuki peredarah darah, tetapi juga menilai seberapa banyak glukosa yang terkandung dari makanan tersebut sehingga GL lebih menilai secara keseluruhan. GL dinyatakan sebagai peringkat standar saji dari suatu makanan untuk dapat meningkatkan kadar gula darah. Makin rendah GL, makain kecil kemampuan makanan yang disajikan memicu peningkatan gula darah secara berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Makanan dengan GL yang tinggi meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga terjadi suatu kondisi <em>hiperinsulinemia</em>. Kondisi ini akan meningkatkan kadar IGF 1 (<em>insulinlike growth factor</em>) yang merangsang terjadinya jerawat lewat peningkatan proses <em>keratinisasi </em>pada <em>folikel polisebasea</em> dan stimulasi hormon <em>androgen</em> yang mengakibatkan produksi minyak atau sebum.</p>
<h3><strong>Jenis Makanan</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Jenis-jenis makanan yang memiliki kadar GL tinggi biasanya ditemukan pada jenis makanan olahan seperti keripik jagung, coklat karamel batangan, <em>cookies</em>, <em>waffles</em>, <em>cereal</em>, permen, donat, dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan pada minggu ke-12 jumlah jerawat pada penderita yang mengkonsumsi makanan dengan GL rendah menurun dibandingkan penderita yang makan tanpa memperhatikan GL ataupun GI. Makanan dengan GL rendah dapat dijadikan terapi penunjang yang potensial untuk mengurangi gejala jerawat.</p>
<h3><strong>Tips Mencegah Munculnya Jerawat </strong>:</h3>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Bersihkan wajah menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit 2 kali sehari. Setelahnya keringkan dengan handuk lembut secara perlahan.</li>
<li>Hentikan kebiasaan buruk menyentuh wajah dan jerawat.</li>
<li>Gunakan produk perawatan wajah yang <em>noncomedogenic </em>(tidak menyebabkan komedo) dan <em>acnegenic</em> (tidak menyebabkan jerawat).</li>
<li>Gunakan <em>sunblock </em>(<em>oil free</em>) ketika berada diluar rumah. Jika aktivitas anda berada didalam ruangan, bersihkan <em>sunblock</em> setelah 2 jam pemakaian, kembali gunakan <em>sunblock</em> jika kembali beraktivitas diluar ruangan.</li>
<li>Minum air putih yang cukup untuk menjaga kelembapan kulit.</li>
<li>Makan makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan dan makanan yang mengandung <em>glycemic load </em>yang rendah seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Hindari makanan yang terlalu manis, berlemak, dan pedas.</li>
<li>Jangan merokok dan mengkonsumsi alkohol.</li>
<li>Istirahat yang cukup, 6-8 jam dalam sehari.</li>
<li>Olahraga yang teratur.</li>
</ol>
<p>Apakah anda berjerawat ?? Semoga bermanfaat untuk memcegah jerawat muncul lagi pada wajah anda &#8230; ^o^</p>
<p>Balipost &#8211; Oleh dr. Ary Wulandari</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.shintiahotono.com/jerawat-dipengaruhi-nutrisi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
