“Mengapa kamu ingin cepat-cepat lulus kuliah”? Rata-rata jawaban para mahasiswa dan mahasiswi adalah Bosan di kampus, malas belajar, capek liat soal-soal ujian, jenuh dengan tugas-tugas, pusing tujuh keliling liat dosen yang killer dan pelit ama nilai, tidak mau menghargai jerih payah mahasiswa/i.. seolah-olah para dosen tidak pernah menjadi mahasiswa/i saja.
Jika awal semester baru, mahasiswa/i biasanya melakukan registrasi untuk mendapatkan MK (Mata Kuliah) yang akan ditempuh, karena ramainya yang melakukan regristrasi akhirnya ada yang mendapatkan kelas yang ideal dan ada yang mendapatkan kelas sisa. Nah, ini.. yang mendapatkan kelas sisa.. ga enak banget rasanya.. apalagi tidak bisa memilih dosen yang akan mengajar. Belum lagi harus berpisah dengan teman satu GANK. Karena harus berpisah dengan teman-teman satu GANK Tugas kuliah rasanya berat, apalagi tugas yang menumpuk. Maklum saja untuk mengerjakan tugas biasanya prinsip Sistem Kebut Semalem (SKS) yang dipegang teguh oleh mahasiswa/i.. Ternyata pria dan wanita sama jika melakukan SKS.. hehehe..
Bayangkan saja dalam satu semester kita umumnya mengambil tujuh atau delapan mata kuliah. Setiap mata kuliah ada tugas yang berbeda-beda, buku-buku yang super banyak, dan harus memahami karakter dosen yang berbeda-beda pula. Kalo dipikir-pikir berat juga pengorbanan untuk mendapatkan sebuah lembar kertas yang bertuliskan gelar sarjana.
OoO… jika melihat pengalaman diatas dunia kampus rasanya gag enak dan pusink banget.. yang ada hanya, kuliah, tugas, dan ujian Tetapi, jika kita melihat dunia kampus yang sebenarnya di kampus kita banyak mendapatkan teman-teman baru, mereka mempunyai karakter yang berbeda-beda, dari sini kita bisa menilai mana teman yang baik dan tidak. Ini sangat penting untuk kita bersosialisasi dengan masyarakat sampai kita masuk ke dunia kerja atau dunia bisnis, kita bisa membedakan mana partner bisnis yang bagus atau rekan kerja yang baik.
Mendapatkan Kelas sisa pun harus mengambil manfaat positifnya, kita berkenalanan dengan teman-teman baru, belajar hidup mandiri dan dewasa, tidak tergantung dengan teman satu GANK yang sering memanjakan kita. Mendapatkan dosen yang killer dan pelit nilai pun juga begitu, tujuan menginginkan para mahasiswa/i belajar dengan bersungguh-sungguh dan tidak malas.Ini berdampak sangat besar, yang menuntut profesionalitas mahasiswa/i jika berhadapan di dunia kerja atau bisnis.
Jika kita melakukan dengan senang, dampak dari semua itu balik lagi kepada mahasiswa/i-nya bukan pada dosen.
Selamat Berjuang. Stop Dreaming Start Action.


Tags: Motivasi