Tragedi Mudik
Tas, dus, ransel, jaket, sepatu… hmm sudah lengkap semuannya. Akhirnya saya mudik juga ke kampung halaman.. Meskipun telat hwhehehe. Ting tong, wach harus cepat cepat ke terminal, waktu uwdh mepet banget dengan jam ke berangkatan. Alhasil, saya jadi orang pertama yang ditunggu orang-orang di terminal, bukannya karena uwdh langganan.. karena satu penumpang yang telat, semua orang menunggu saya, karena bis berangakat jam 5.30 saya baru tiba jam 5.37.. hihihi maav-kan daku pak supir.. ojek saya telat karena lagi asyik cangkrukan ama bolo ne.. uupppzz (danny, lutfi dan ulin)
klo pulang biasanya saya senang menggunakan bus malam eksekutif jurusan malang-denpasar. Daripada menggunakan travel, kereta, atau pesawat. Klo menggunakan travel, saya kesulitan untuk pi**s
, klo kereta harus turun sampai banyuwangi setelah itu cari bis lagi untuk menyebrang ke ketapang.. akhh ribet, dan klo pesawat, bandaranya jauh banget harus ke juanda-surabaya dulu atau paling cepet ke Abdul Rachman Saleh yang posisinya lumayan jauh dari tempat tinggal saya.
(cut the long story short)
Bus sudah melaju dengan kencang, akhirnya tiba di tempat singgah untuk makan tepatnya di situbondo, kemudian bus jalan lagi, sudah di banyuwangi nyebrang di pelabuhan ketapang, 30 menit allhamdulilah sudah di Bali (pelabuhan gilimanuk). Penumpang diminta untuk menyerahkan KTP, banyak banget polisi dan anjing pelacak untuk menge-cek para tamu lokal yang akan berada di Bali untuk sementara waktu. Penumpang naek lage, bus berjalan, waktu menunjukkan pukul 2.33 dini hari, sleeping beauti again.. terkantuk kantuk, akhirnya saya tidur dengan nyenyak, tidak berapa lama grodak…. Ada yang histeris teriak-teriak, para bayi menangis tidak henti, hujan lebat banget di luar sana. Astajim… Bus saya miring, posisi saya tepat berada di kemiringan itu (dekat jendela) sebelah kiri deretan pak supir. Teman sebangku saya langsung melonjak ke posisi yang berlawan arah. Dalam hati saya takut banget kalo busnya guling. Banyak bus dan truk yang berhenti untuk berpartisipasi, penumpang berebut untuk turun dari bus. Semua penumpang berteduh di rumah penduduk, allhamdulilah bus bisa di derek, pak supir ternyata menghindari truk yang parkir di tikungan jalan, jika tidak dihindari apa jadinya klo bus saya menabrak truk, dan sebelah kiri jalan itu adalah jurang..
Terimakasih tuhan untuk semua kejadian yang dialami, saya bisa menghargai apa yang telah saya miliki, dan bisa mengetahui kebesaran-MU. Dan saya sampai rumah dengan selamat sehingga bisa mem-posting artikel ini. Mudah-mudahan setiap hari saya dan anda bisa selalu bersyukur untuk kejadian yang baik dan buruk. Amin
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically each day to your feed reader.
Top incoming search terms for this post
http://www.shintiahotono.com/tragedi-mudik.html - http://www.shintiahotono.com/tragedi-mudik.html/comment-page-1 - film tragedi banyuwangi - sopir bus malam paling kenceng -Trackbacks & Pingbacks
Comments
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

alhamdulillah,atas kehendak-Nya lah semua tidak akan pernah terjadi…hanya tinggal “kun” kemudian “fayakun”,sekejap tiada apapun yang dapat merubah ketentuan dan keputusan-Nya.
dengan bertasbih dan berdzikir selalu pada-Nya akan lebih mendekatkan diri ini pada semua keputusan yang tak terlihat,subhanallah wabihamdih subhanallah hil’adziim.
Allhamdulilah selamat mb
@ M.Ulin Nuha
iaa.. allhamdulilah BANGET.
@ Rachel
thx iaa..
ALL: Thx 4 comming and attention-nya..
Allhamdulilah selamat mb..