Seberapa bernilaikah seseorang ?
Apa harus diukur dari kekayaan yang dia miliki ? Uang yang berlimpah ?
Jawaban IYA, this’s true.. dengan berbagai alasan dan pengalaman dalam menghadapai kejamnya dunia ini, yang menuntut semua orang harus memiliki alat pembayaran yang sah dalam jumlah yach.. (kalo bisa banyak) untuk menunjukan status sosial dan derajat seseorang. Apakah mereka akan dipandang full mata atau sebelah mata saja. Wajah dan penampilan fisik nomer urut terakhir jika sudah menilai dari sisi materi. Apapun dizaman zekarang tidak ada yang free.. Buang air kecil adjah harus bayar. Hanya bernafas adjah yang tidak menuntut untuk dibayar.
Tetapi, Jika jawaban TIDAK, this’s not true.. Jika kekayaan tidak lagi menjadi faktor utama Segala kekayaan dia miliki, tetapi miskin hati dan ilmu. Apa tidak jauh lebih mengerikan. Disaat semua harta dunia dimiliki tetapi hampa dan sendiri. Ketika kebersamaan, kehangatan, kesehatan, kekeluargaan dirasa jauh diatas segala-galanya. Materi menjadi nomer urut yang terbalik.
Penilain seseorang atas dirinya mencerminkan bagaimana dia akan menghargai usaha dan status orang lain. Disinilah faktor agama sangat mendukung sebagai pelengkap diatas apapaun. Bercerminlah dari dalam diri sendiri sebelum mengomentari seseorang. Apakah anda sudah menjadi yang terbaik ??? Jangan mudah terpengaruh dan menyerah.
Permukaan tidak selalu indah dilihat.


Tags: Motivasi