Sudah lima hari, orang yang selalu bersama saya terkena penyakit kaku wajah atau istilah kedokteran bernama Bell’s Palsy. Awalnya biasa saja, dipikir cuman salah tidur biasa.. bahkan, teman-teman dekat begitu perhatian memijit bagian yang kaku itu, supaya otot2nya menjadi lemas kembali.. tetapi siapa kira, penyakit ini datang tanpa diundang dan dikarenakan penyebabnya.. Semua orang tak kan mengiranya.. Sedih rasanya melihat dy disaat hari-hari penentuan di kampuz dan mengucapkan “Kalo masih sakit, sidangnya gag ikut adjah”.. Mendengarnya, ada yang jatuh dipipi saya tanpa henti. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi informasi kepada teman-teman atas penyakit ini dan kewaspadaannya.
Apa sebenarnya Bell’s palsy
Bell’s palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf wajah no 7.. Sehingga menyebabkan kelumpuhan pada otot wajah disalah satu sisi. Ingat kelumpuhan hanya terjadi di satu wajah yang terkena. Ini yang membedakanya dengan stroke. Ditandai dengan susahnya menggerakkan otot wajah dibagian yang terserang, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dsb. Penyebab kelumpuhan ini masih menjadi perdebatan. Beberapa ahli menyatakan penyebabnya adalah karena terpapar angin dingin disalah satu sisi wajah secara terus menerus, ada juga yang menyatakan hal itu disebabkan oleh virus herpes yang menetap ditubuh dan aktif kembali karena trauma, faktor lingkungan, stres dll. Sebagian penderita bisa sembuh tanpa pengobatan, tapi disarankan untuk menjalani terapi dan pengobatan agar bisa segera sembuh.
Bell’s Palsy diambil dari nama Sir Charles Bell, dokter dari abad 19 yang pertama menggambarkan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada syaraf wajah. Meski namanya unik, penyakit ini akan mengganggu secara estetika ataupun fungsi pada wajah. Artinya muka yang terlihat cantik dan bagus di depan kaca itu tidak terjadi dengan sendirinya. Karena, bila salah satu saja syarafnya minta istirahat, maka proporsi wajah menjadi tidak seimbang. Jika tidak ditangani maka akan terjadi kecacatan dengan muka penyok.
Bagaimana Pencegahannya
Seperti disarankan oleh Dokter Syaraf agar Bell’s Palsy tidak mengenai anda, cara-cara yang bisa ditempuh adalah :
1. Jika berkendaraan motor, gunakan helm penutup wajah full untuk mencegah angin mengenai wajah.
2. Jika tidur menggunakan kipas angin, jangan biarkan kipas angin menerpa wajah langsung. Arahkan kipas angin itu ke arah lain. Jika kipas angin terpasang di langit-langit, jangan tidur tepat di bawahnya. Dan selalu gunakan kecepatan rendah saat pengoperasian kipas.
3. Kalau sering lembur hingga malam, jangan mandi air dingin di malam hari. Selain tidak bagus untuk jantung, juga tidak baik untuk kulit dan syaraf.
4. Bagi penggemar naik gunung, gunakan penutup wajah / masker dan pelindung mata. Suhu rendah, angin kencang, dan tekanan atmosfir yang rendah berpotensi tinggi menyebabkan Anda menderita Bell’s Palsy.
5. Setelah berolah raga berat, JANGAN LANGSUNG mandi atau mencuci wajah dengan air dingin.
6. Saat menjalankan pengobatan, jangan membiarkan wajah terkena angin langsung. Tutupi wajah dengan kain atau penutup. Takut dibilang “orang aneh”? Pertimbangkan dengan biaya yang Anda keluarkan untuk pengobatan.
Siapa yang rentan terhadap Bell’s palsy
1. Wanita hamil berpotensi 3X lebih mudah terkena Bell’s Palsy daripada wanita yang tidak hamil.
2. Penderita diabetes, perokok, dan pengguna obat-obatan sejenis steroid berpotensi 4X lebih mudah terserang Bell’s Palsy daripada orang lain.
3. Rata-rata 40.000 orang Amerika setiap tahun menderita Bell’s Palsy.
4. Terakhir, ini adalah catatan beberapa orang terkenal yang pernah menderita Bell’s Palsy. Beberapa di antaranya sembuh total, namun tidak sedikit yang tidak sembuh sehingga hingga kini, wajah mereka masih tampak mencong akibat penyakit itu.
Bagaimana pengobatannya
Kebanyakan akan pulih tanpa pengobatan dalam 2 minggu tetapi umumnya digunakan kortikosteroid seperti prednison dan antivirus seperti asiklovir dalam 2-3 hari pertama pengobatan dini dengan cara ini memperbaiki prognosis sampai 20%. Kira-kira 70% sembuh dalam beberapa bulan, 15% masih merasa sedikit kelemahan. Pada kira-kira 10 20% pasien, Bell’s palsy dapat terulang.
Pengobatan yang disarankan dokter adalah fisiotherapy, di mana wajah penderita akan dikompres dengan lampu sinar dan diberi kejutan listrik di sekitar wajah. Namun Anda bisa juga menggunakan alternatif pengobatan lain, seperti akupuntur. Jangan mencampur pengobatan fisioterapi dan akupuntur di waktu bersamaan.
NB :
Teman-teman mohon doa dan perhatiannya.. Mudah2an dy cepat sembuh dan kembali seperti semula. Amin ya robbal alamin.

